Kira-kira seminggu yang lalu, aku gak masak untuk makan malam karena persediaan bahan makanan udah habis. Pada hari itu hujan turun sangat intens membasahi Jakarta, menyebabkan aku gak bisa pergi kemana-mana. Lagian malas juga pergi dalam cuaca hujan begini. Motor yang udah dicuci malah jadi kotor lagi, males juga nyuci motor berulang-ulang. Makanya hari itu aku memutuskan untuk gak pergi berbelanja bahan makanan di pasar.
Pas ngecheck lemari di dapur, ada dua bungkus mie instan dan kebetulan nasi di magic jar tersedia banyak. Sayangnya di kulkas gak ada sayur sawi, yang biasa digunakan untuk pelengkap mie instan kesukaan mein Mann. Sementara aku dan mein Mann udah kelaparan, hahaha, hampir seperti busung lapar. Bingung, bingung, dan bingung. Mein Mann ngotot pengen makan yang ijo-ijo. AKhirnya aku putuskan untuk menggunakan daun Katu sebagai pengganti sayur Sawi. Dari Sabang sampai Merauke belum ada tukang masak yang menggunakan daun Katu sebagai bagian dari pelengkap masakan mie instan, kebanyakan dari mereka biasa menggunakan sayur sawi sama seperti aku dan ibu-ibu rumah tangga lainnya. Itu yang membuatku ragu menggunakan daun Katu ini, takut kalau nanti rasanya “acak kadut” gara-gara gak menggunakan sayur sawi. Daun Katu sendiri biasanya direbus dengan santan dan rasanya benar-benar nikmat.
Setelah dimasak dengan mie instan kemudian disajikan dengan parutan keju, telur mata sapi dan potongan cabe rawit, aku dan mein Mann benar-benar puas dan kekenyangan. Nikmat banget! aku dan mein Mann juga gak nyangka kalo daun Katu juga enak bila disajikan dengan mie instan.